Blog

Syarat yang Perlu Dipenuhi Agar Kamu Sah jadi Travel Blogger

Syarat yang Perlu Dipenuhi Agar Kamu Sah jadi Travel Blogger

Syarat yang Perlu Dipenuhi Agar Kamu Sah jadi Travel Blogger – Sekarang tampaknya perjalanan blogger telah menjadi profesi yang di mimpikan banyak orang. Terutama bagi mereka yang memiliki waktu berjalan-jalan. Sekilas, jika Anda melihat blogger perjalanan sangat menyenangkan. Karena dia bisa berjalan di mana saja secara gratis, bahkan berjalan-jalan.

Tetapi sebenarnya untuk menjadi perjalanan blogger, itu tidak mudah. Tidak hanya dengan modal seperti berjalan atau menulis kontol. Selain itu, hanya bertumpu pada jumlah adepts di media sosial yang mencapai ribuan orang. Untuk dapat menjadi perjalanan ke blog, segalanya lebih penting dari itu.

Salah satu blogger terkenal yang bepergian di Indonesia, Rijal Fahmi Mohamadi di webinar yang di pegang oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dari Republik Indonesia bekerja dengan IDN kali beberapa waktu lalu, berbagi informasi tentang blogger perjalanan. Dari materi yang di sampaikan, di kutip dari laman idn poker mobile penulis menyimpulkan setidaknya beberapa hal yang harus di peruhi jika seseorang ingin di sebut travel blogger. Apa kamu termasuk?

1. Harus punya blog atau situs sendiri

Salah satu hal utama dan yang paling penting untuk memiliki blogger perjalanan adalah blog atau situs pribadi. Mengapa ini penting? Karena situs blog atau pribadi seperti portofolio pribadi atau album untuk seorang musafir. Blog atau situs pribadi juga berfungsi sebagai identitas seorang musafir di dunia maya.

Menurut Fahmi, selama seorang musafir telah menulis hanya untuk situs atau bisnis tertentu, ia belum memiliki situs blog atau pribadi dengan tema perjalanan, ia tidak dapat di katakan sebagai perjalanan blogging.

Bahkan, memiliki blog pribadi tidak sulit karena ada banyak pemasok platform blog gratis yang dapat di gunakan, seperti blogger.com, wordpress.com, rata-rata.com dan banyak lagi.

2. Konsisten traveling dan menulis

Bahkan jika Anda sudah memiliki blog atau situs perjalanan, tetapi selama itu tidak selalu mengisinya dengan tulisan-tulisan di dunia perjalanan, seseorang tidak dapat di sebut perjalanan blogger.

Oleh karena itu, selain perencanaan yang konstan untuk bepergian, penulisan konstan sangat penting. Jangan harus setiap hari, setidaknya sekali seminggu mengisi blog atau situs dengan tulisan terakhir. Karena kami sudah dapat menunjukkan komitmen untuk menyediakan konten dunia untuk bepergian ke publik. Selain itu, koherensi juga bukti bahwa kita benar-benar serius tentang profesi perjalanan blogger.

3. Jelas dalam menggambarkan atau memberikan informasi

Menurut Fahmi ada dua tipe travel blogger dalam menulis. Pertama adalah yang menulis secara story telling dan yang kedua adalah menulis secara travel guide. Story telling lebih fokus pada kekuatan cerita di mana seorang traveler akan menulis berbagai pengalamannya selama pergi ke suatu tempat.

Sementara untuk travel guide lebih sering menulis untuk berbagi tips hingga informasi perjalanan seperti berbagai transportasi yang bisa di gunakan, tempat menginap, dan lainnya. Tapi tidak sedikit juga travel blogger yang menggabungkan kedua tipe ini.

Namun, apa pun tipe penulisan yang di gunakan, selama seseorang tidak jelas dalam menggambarkan atau tidak lengkap dalam memberikan informasi di dalam tulisannya, maka ia belum bisa di sebut sebagai travel blogger. Karena tujuan travel blogger menulis adalah untuk memberikan informasi yang di butuhkan publik ketika ingin pergi ke suatu tempat.

Tagged , , ,