Blog

Cara Bedong Bayi yang Benar

Cara Bedong Bayi yang Benar – Kalian pasti sangat bingung saat bedong bayi, kali ini mimin akan membahas bagaimana cara bedong bayi yang baik dan benar . yang telah kita rangkum dalam purchaseonline-prednisone

Kapan Harus Berhenti Membedong Bayi? - Semua Halaman - Nakita

Sejak dulu, para orang tua di Indonesia pasti sudah cukup kenal dengan kegiatan membedong bayi, bahkan cara ini masih digunakan oleh banyak ibu hingga saat ini. Tujuannya sendiri adalah agar bayi bisa tidur dengan nyaman dan hangat.

Namun, sebelum melakukannya, kamu tetap harus paham akan cara yang benar, agar tidak memberikan tekanan yang berlebihan serta tidak menghambat pertumbuhan sang buah hati kelak.

Bila kamu penasaran dengan caranya, berikut ini merupakan cara lengkap membedong bayi dengan benar dan nyaman!

Cara Agar Bedong Bayi Rapi

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membedong bayi, termasuk mengatur tekanan yang diberikan pada tubuh. Tujuannya sendiri untuk mencegah bahaya yang terjadi bila bedong terlalu kencang agar pertumbuhan tubuh si kecil tidak terhambat.

Untuk melakukannya dengan benar, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orang tua:

  1. Pertama-tama pastikan kain cukup lebar dan besar, agar tidak terlalu kencang melilit tubuh bayi.
  2. Siapkan kain atau selimut untuk membedong diatas kasur atau permukaan yang rata, lipat sedikit bagian ujung atas agar berbentuk segitiga.
  3. Gendong bayi dan tempatkan di tengah kain bedong, mulai membedong bayi dengan batas lipatan kain bagian atas hanya sekitar bahu
  4. Mulai luruskan tangan kiri bawah bayi dan rapatkan dengan bagian tubuh. Lalu, tarik kain dari sisi kiri hingga menutupi lengan hingga ke bagian depan. Luruskan tangan kiri bawah bayi kemudian rapatkan dengan tubuh. Tarik kain di sisi kiri bayi hingga menutupi lengan kiri hingga ke depan.
  5. Lipat kain bedong bayi hingga ke arah pundak, pastikan lipatan tidak terlalu kencang dan biarkan sedikit ruang pada bagian kaki bayi.

Fakta Seputar Bedong Bayi

Membedong bayi dipercaya sebagai salah satu cara agar si kecil dapat tertidur lebih lama dan nyaman. Namun, bila tidak dilakukan dengan benar, kegiatan membedong bisa membawa dampak negatif pada tubuh bayi.

Di antaranya seperti, pertumbuhan yang terhambat hingga meningkatkan risiko kematian mendadak. Agar hal tersebut dapat dihindari oleh para orang tua, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan dengan mudah:

  • Bila bayi dalam keadaan menggunakan bedong, maka tidurkan bayi dalam posisi terlentang dan hindari posisi tengkurap. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah risiko kematian mendadak. Sebab beberapa bayi yang belum bisa benar-benar mengontrol tubuhnya bisa tersedak dalam kondisi tengkurap.
  • Pilih kain yang lebar dan nyaman, juga pilihlah kain yang cukup lembut dan tidak panas saat digunakan. Sebab membedong bayi bisa meningkatkan suhu tubuh dalam beberapa saat kedepan, jadi hindari kain yang tidak nyaman dan terlalu tebal. Bila ternyata bayi tampak kesulitan bernapas setelah menggunakan bedong, kamu bisa langsung membukanya.
  • Jika bayi tampak tidak nyaman menggunakan bedong karena tangan yang tidak bebas bergerak, maka kamu bisa tetap membedong, namun hanya sampai pada bagian bawah ketiak dan biarkan tangan bayi bebas bergerak. Terutama saat menyusui, kamu bisa membiarkan bedong terbuka agar bayi merasa lebih nyaman.
  • Ketika bayi sudah beranjak 2 bulan dan mulai berguling, maka bedong sudah tidak dibutuhkan lagi, sebab bisa berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Itu dia, Toppers cara bedong bayi yang benar serta beberapa hal yang perlu dihindari untuk mencegah risiko dan efek negatif dari membedong. Bila kamu merasa khawatir dengan cara tersebut, kamu juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan solusi terbaik.  jika artikel ini menarik jangan lewatkan artikel menarik lainnya yang telah kita siapkan untuk kalian semua dan semoga apa yang telah kita sajikan inid apat bermanfaat untuk kalian semua !